SQL Server 2019: Boost Performance & Security with Cumulative Update 5 (KB4552255)
Cumulative Update 5 (CU5) untuk SQL Server 2019 telah dirilis, membawa serangkaian perbaikan dan peningkatan penting yang berfokus pada peningkatan kinerja, keamanan, dan keandalan platform database. Pembaruan kumulatif ini mencakup berbagai perbaikan bug dan penyempurnaan yang dirancang untuk mengatasi masalah yang dilaporkan pelanggan dan meningkatkan pengalaman SQL Server 2019 secara keseluruhan. Artikel ini memberikan tinjauan mendalam tentang perbaikan dan peningkatan utama yang disertakan dalam CU5, dikategorikan berdasarkan komponen SQL Server yang relevan.
Analysis Services¶
Cumulative Update 5 memperkenalkan sejumlah perbaikan penting untuk SQL Server Analysis Services (SSAS), yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja kueri, pemrosesan model, dan fungsionalitas secara keseluruhan.
Peningkatan Performa Pemrosesan Model¶
Perbaikan signifikan telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemrosesan model, terutama ketika membangun relasi pada model yang berisi banyak ukuran dengan fungsi USERELATIONSHIP. Pembaruan ini mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk langkah “algoritma titik urutan”, sehingga mempercepat pemrosesan model secara keseluruhan dan meningkatkan efisiensi bagi pengguna yang bekerja dengan model data kompleks.
Peningkatan Kinerja Kueri MDX¶
Kinerja eksekusi kueri Multidimensional Expressions (MDX) telah dioptimalkan terhadap hierarki pengguna dimensi yang merupakan hierarki ragged. Hierarki ragged, yang memiliki properti HideMemberIf yang diatur dan level hierarki yang dalam, sebelumnya dapat menyebabkan penurunan kinerja kueri. CU5 mengatasi masalah ini, menghasilkan eksekusi kueri MDX yang lebih cepat dan responsif dalam skenario multidimensional SSAS.
Perbaikan Fungsionalitas DAX dan SuperDAXMD¶
Beberapa perbaikan fungsionalitas telah diterapkan untuk mengatasi masalah dengan ekspresi Data Analysis Expressions (DAX) dan mode SuperDAXMD. Ini termasuk:
- Operator
NOT INdalam DAX: Masalah fungsional yang terkait dengan penggunaan operatorNOT INdalam DAX ketika optimasiOPTIMIZEDNOTINOPERATORdiaktifkan telah diperbaiki. Perbaikan ini memastikan hasil yang benar dan andal saat menggunakan operatorNOT INdalam kueri DAX. - Evaluasi Ukuran Padat dalam SuperDAXMD: Masalah fungsional dengan perbaikan kinerja awal untuk evaluasi ukuran padat dalam mode SuperDAXMD telah diselesaikan. Perbaikan ini meningkatkan keandalan dan akurasi evaluasi ukuran padat dalam skenario SuperDAXMD.
- Masalah Kinerja dalam Model PBI dan Multidimensional: Masalah kinerja yang dialami pengguna dalam model Power BI (PBI) dan model multidimensional telah diatasi. Perbaikan ini meningkatkan kinerja kueri dan pemrosesan dalam skenario penggunaan model yang berbeda.
Perbaikan Impersonasi Tugas DDL¶
Cumulative Update 5 mengatasi masalah di mana tugas Analysis Services Execute DDL mungkin gagal meniru konteks pengguna ke instance Analysis Services jarak jauh dalam SQL Server 2017 dan 2019. Perbaikan ini memastikan bahwa tugas DDL dapat berhasil meniru konteks pengguna, memungkinkan operasi administratif dan penyebaran yang tepat di lingkungan Analysis Services jarak jauh.
Integration Services¶
Untuk SQL Server Integration Services (SSIS), CU5 memberikan perbaikan untuk mengatasi kesalahan urutan fungsi saat menggunakan komponen ODBC dalam komponen Foreach Loop.
Perbaikan Kesalahan Urutan Fungsi ODBC¶
Masalah di mana komponen ODBC akan mengalami kesalahan “Function sequence error” dalam loop kedua selama eksekusi paket saat menggunakan komponen ODBC dalam komponen Foreach Loop telah diperbaiki. Perbaikan ini memastikan bahwa paket SSIS yang menggunakan komponen ODBC dalam loop Foreach Loop dapat dieksekusi dengan lancar tanpa kesalahan urutan fungsi.
Master Data Services¶
Cumulative Update 5 memperkenalkan perbaikan untuk Master Data Services (MDS) 2019, yang berfokus pada fungsionalitas hierarki eksplisit dan penanganan perubahan changeset.
Fungsionalitas “Show More Members” yang Ditingkatkan¶
Fungsionalitas “Show More Members” untuk Hierarki Eksplisit telah ditingkatkan untuk menampilkan lebih dari 50 anggota di Master Data Services (MDS) 2019. Perbaikan ini menghilangkan batasan sebelumnya pada jumlah anggota yang ditampilkan, memungkinkan pengguna untuk melihat dan menavigasi hierarki eksplisit yang lebih besar secara efektif.
Kemampuan Revert Changeset yang Ditingkatkan¶
Dalam halaman explore, pengguna sebelumnya mungkin tidak dapat mengembalikan perubahan dalam changeset. CU5 mengatasi masalah ini, memungkinkan pengguna untuk mengembalikan perubahan dalam changeset dengan andal, memberikan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar atas manajemen data di MDS.
SQL Server Engine¶
Sejumlah besar perbaikan dan peningkatan dalam Cumulative Update 5 berfokus pada SQL Server Engine, yang mencakup berbagai area seperti Backup Restore, Column Stores, Extensibility, FileStream dan FileTable, High Availability dan Disaster Recovery, Linux support, Metadata, Methods to access stored data, PolyBase, Programmability, Query Optimizer, Replication, SQL BDC Polybase, SQL Big Data Cluster, Storage Management, dan Transaction Services.
Backup Restore¶
-
Perbaikan Managed Backup dengan FIPS: Saat FIPS diaktifkan di server, Managed Backup pada instance SQL Server 2019 sebelumnya mungkin gagal dengan kesalahan. CU5 mengatasi masalah ini, memungkinkan pengguna untuk menggunakan Managed Backup dalam lingkungan yang mematuhi FIPS tanpa mengalami kesalahan.
-
Perbaikan VDI Backup di Linux: Backup VDI sebelumnya gagal dengan kesalahan setelah menerapkan SQL Server 2019 CU2/CU3/CU4 di Linux. Cumulative Update 5 memperbaiki masalah ini, memastikan backup VDI yang andal di lingkungan Linux.
-
Peningkatan Kompresi Backup TDE:
MAXTRANSFERSIZEtidak lagi diperlukan untuk mengaktifkan kompresi backup pada database terenkripsi TDE. Perbaikan ini menyederhanakan proses konfigurasi kompresi backup untuk database TDE, meningkatkan kemudahan penggunaan.
Column Stores¶
- Perbaikan Floating Point Exception selama Rebuild CCI: Pesan kesalahan 3628 (Mesin Database mungkin menerima floating point exception dari sistem operasi saat memproses permintaan pengguna) mungkin terjadi selama rebuild clustered columnstore index (CCI). CU5 mengatasi masalah ini, meningkatkan stabilitas dan keandalan operasi rebuild CCI.
Extensibility¶
-
Perbaikan Eksekusi Skrip R dengan
sp_execute_external_script:sp_execute_external_scriptmungkin gagal menjalankan skrip R yang menggunakan konteks komputasi RxLocalParallel atau paket R doParallel di SQL Server 2019. Cumulative Update 5 memperbaiki masalah ini, memastikan eksekusi skrip R yang tepat dalam skenario extensibility. -
Dukungan untuk Resource Pool Eksternal dengan Lebih dari Satu Processor Group: Resource pool eksternal sekarang dapat menggunakan lebih dari satu processor group di SQL Server 2019 di Windows. Peningkatan ini memungkinkan resource pool eksternal untuk memanfaatkan sumber daya sistem secara lebih efektif, meningkatkan kinerja dan skalabilitas.
-
Akses ke Pustaka Eksternal oleh Windows Principal dengan User ID 0: Windows principal yang tidak dipetakan ke pengguna database tertentu yang mengakses database dengan menggunakan keanggotaan dalam Windows group atau Microsoft Entra group mungkin sebelumnya ditetapkan user ID 0. Dalam skenario ini, pengguna mungkin tidak melihat pustaka eksternal yang diinstal oleh pengguna
dbo/sysadminlainnya. Setelah menerapkan pembaruan ini, user ID 0 akan memiliki akses ke pustaka eksternal yang diinstal olehdbo(pustaka dalam lingkup publik). Namun, karena tidak ada pengguna database yang dipetakan ke Windows principal, pengguna dengan user ID 0 tidak dapat membuat atau menginstal pustaka eksternal.
FileStream dan FileTable¶
- Perbaikan Access Violation saat Enumerasi File dalam FileTable: Access violation mungkin terjadi saat menghitung file dalam FileTable di SQL Server. CU5 mengatasi masalah ini, meningkatkan stabilitas dan keandalan operasi FileTable.
High Availability and Disaster Recovery¶
-
Perbaikan Pembuatan Dump Failover Availability Group: Failover Availability Group sebelumnya menghasilkan banyak dump karena dukungan DTC di-toggle antara PER_DB dan NONE beberapa kali. Pembaruan ini mengurangi pembuatan dump yang berlebihan selama failover Availability Group, meningkatkan efisiensi dan mengurangi overhead.
-
Perbaikan Pembacaan Data dari Replika Sekunder saat ALLOW_CONNECTIONS diatur ke NO: SQL Server mungkin masih membaca data dari replika sekunder saat
ALLOW_CONNECTIONSdiatur ke NO. Cumulative Update 5 memastikan bahwa SQL Server mematuhi pengaturanALLOW_CONNECTIONS, mencegah pembacaan data yang tidak diinginkan dari replika sekunder. -
Credential Update Frequency Option untuk Always On di Linux: Opsi frekuensi pembaruan kredensial telah ditambahkan ke opsi
mssql-confdi SQL Server 2019 di Linux. Peningkatan ini memberikan kontrol yang lebih besar atas manajemen kredensial di lingkungan Always On di Linux.
Linux Support¶
-
Deployment Active Directory Big Data Clusters saat Domain Controller Bukan DNS Server: SQL Server Big Data Clusters Active Directory (AD) deployments sekarang diaktifkan bahkan ketika domain controller tidak bertindak sebagai server DNS. Peningkatan ini meningkatkan fleksibilitas penyebaran dan menyederhanakan konfigurasi untuk Big Data Clusters di lingkungan AD.
-
Perbaikan Access Violation saat Querying
sys.dm_cluster_endpoints: Access violation exception terjadi saat melakukan querysys.dm_cluster_endpointsdi SQL Server 2019 di Big Data Cluster. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, meningkatkan stabilitas dan keandalan query DMV di lingkungan Big Data Cluster. -
Pengurangan Ukuran Core Dump untuk AD Auth di Linux: Untuk SQL Server 2019 di Linux atau Big Data Cluster yang dikonfigurasi untuk menggunakan AD auth, ukuran core dump yang dihasilkan setelah menginstal pembaruan telah dikurangi. Peningkatan ini mengurangi ruang penyimpanan yang dibutuhkan untuk core dump dan menyederhanakan analisis masalah.
-
Perbaikan Kesalahan Log Shipping di Linux: Saat mencoba mengaktifkan fitur Log Shipping di SQL Server di Linux, kesalahan mungkin terjadi yang menunjukkan bahwa Log shipping tidak diinstal. CU5 memperbaiki masalah ini, memungkinkan fitur Log Shipping diaktifkan dengan benar di lingkungan Linux.
-
Perbaikan Memory Leak saat Koneksi Keluar Gagal: Memori mungkin bertambah dan tidak dilepaskan saat koneksi keluar SQL Server seperti Linked Servers gagal. Masalah ini, yang disebabkan oleh struktur socket yang tidak dialokasikan dengan benar, telah diperbaiki dalam Cumulative Update 5, mencegah memory leak dan meningkatkan stabilitas sistem.
Metadata¶
- Perbaikan Pelaporan Ganda untuk Index dalam
sys.key_constraints:sys.key_constraintssebelumnya melaporkan dua baris untuk index jika XML component ID sama dengan “object_id” dari primary key. CU5 mengatasi masalah ini, memastikan pelaporan metadata yang akurat dan konsisten.
Methods to access stored data¶
-
Perbaikan Assertion Exception saat Querying
sys.dm_db_file_space_usage: Assertion exception terjadi saat Anda melakukan query DMVsys.dm_db_file_space_usagedi SQL Server 2019. Cumulative Update 5 memperbaiki masalah ini, meningkatkan keandalan dan stabilitas query DMV. -
Perbaikan Database Consistency Error selama Database Shrink: Saat menyusutkan database, kesalahan konsistensi database mungkin terjadi jika proses penyusutan menemukan halaman IAM yang merupakan halaman IAM pertama dan satu-satunya. CU5 mencegah terjadinya masalah ini di masa mendatang. Namun, penting untuk menjalankan
DBCC CHECKDBsetelah operasi penyusutan untuk memastikan tidak ada inkonsistensi yang tersisa dari kejadian sebelumnya.
PolyBase¶
Sejumlah perbaikan dan peningkatan berfokus pada PolyBase, meningkatkan fungsionalitas, kinerja, dan keandalan integrasi data eksternal.
-
Konfigurasi Event Kustom untuk XEvent Session EngineService: Konfigurasi event kustom untuk XEvent Session EngineService telah diaktifkan di SQL Server 2019. Peningkatan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dan kontrol atas pemantauan dan pemecahan masalah PolyBase.
-
Perbaikan Aturan Firewall untuk PolyBase Scale-Out Group Configuration: Perubahan pada aturan firewall yang dibuat saat Anda menginstal PolyBase dalam konfigurasi scale-out group di SQL Server 2019 telah diperbaiki. Perbaikan ini memastikan bahwa aturan firewall dikonfigurasi dengan benar, memungkinkan komunikasi PolyBase yang tepat dalam konfigurasi scale-out.
-
Perbaikan Timeout Pembatalan Kueri PolyBase: Ketika kueri PolyBase dibatalkan tak lama setelah dijadwalkan, pembatalan mungkin timeout setelah satu jam dan gagal membatalkan eksekusi, menghasilkan dump dari Data Movement service. CU5 mengatasi masalah ini, meningkatkan penanganan pembatalan kueri PolyBase dan mencegah pembuatan dump yang tidak perlu.
-
Perbaikan Deadlock Kueri PolyBase Concurrent: Ketika 32 atau lebih kueri PolyBase dijadwalkan secara bersamaan, deadlock mungkin terjadi, menyebabkan kueri PolyBase saat ini dan berikutnya stall dan mungkin tidak dapat dibatalkan. Cumulative Update 5 memperbaiki masalah deadlock ini, meningkatkan konkurensi dan stabilitas kueri PolyBase di bawah beban tinggi.
-
Perbaikan Kegagalan Kueri PolyBase karena Sumber Daya Terbatas: Saat menyisipkan ke tabel eksternal PolyBase dari data head SQL Server atau tabel, kueri mungkin gagal (alih-alih menunggu sumber daya) jika 32 kueri PolyBase sedang berjalan. CU5 mengatasi masalah ini, memastikan bahwa kueri PolyBase mengantri dengan benar dan menunggu sumber daya yang tersedia, mencegah kegagalan kueri yang tidak perlu.
-
Pembuangan Proses PolyBase saat SQL Server Dump dengan Trace Flag 6424: Jika trace flag 6424 diaktifkan, perbaikan ini akan membuang proses PolyBase jika SQL Server dump. Peningkatan ini membantu dalam pemecahan masalah dan analisis masalah terkait PolyBase ketika SQL Server mengalami dump.
-
Akses Konfigurasi PolyBase dengan DSN dalam
CONNECTION_OPTIONS: Pengguna sekarang dapat mengakses konfigurasi yang disertakan dengan PolyBase saat menentukanDSNdalamCONNECTION_OPTIONSdari definisi Generic ODBC External Data Source. Opsi dipilih dengan mencocokkan nama driver yang digunakan dalam definisi DSN. Saat ini berlaku untuk driver berikut:- IBM DB2 ODBC DRIVER
- HDBODBC
- Microsoft Spark ODBC Driver
-
Penonaktifan Perilaku Default PolyBase Generic ODBC untuk Operator
TOPdan FungsiSQLRowCount: Perilaku default PolyBase Generic ODBC External Data Sources untuk mendorong operatorTOPdan memanggil fungsiSQLRowCounttelah dinonaktifkan. Perubahan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dan kontrol atas eksekusi kueri PolyBase Generic ODBC. -
Pengaktifan Kunci Tambahan dalam
CONNECTION_OPTIONSPolyBase Generic ODBC: Kunci berikut sekarang dapat ditentukan dalamCONNECTION_OPTIONSdari PolyBase Generic ODBC External Data Source:PolyBaseOdbcSupportsRowCountPolyBaseOdbcSupportsMetadataIdAttributesPolyBaseOdbcSupportsBindOffsetPolyBaseQoTopPushdownSyntax
Pengaktifan kunci-kunci ini memperluas opsi konfigurasi yang tersedia untuk PolyBase Generic ODBC External Data Sources, memungkinkan pengguna untuk menyempurnakan koneksi data eksternal berdasarkan persyaratan spesifik mereka.
Programmability¶
Sejumlah perbaikan telah dilakukan untuk meningkatkan programmability di SQL Server 2019, berfokus pada fitur Reduce Recompilations, Scalar UDF Inlining, dan penanganan tipe data spatial dan kursor.
-
Perbaikan Blocking dengan Fitur Reduce Recompilations: Blocking mungkin terjadi ketika fitur Reduce Recompilations diaktifkan secara default di SQL Server 2019. CU5 mengatasi masalah ini, meningkatkan konkurensi dan mengurangi blocking dalam skenario di mana fitur Reduce Recompilations digunakan.
-
Perbaikan Masalah Scalar UDF Inlining: Masalah terkait Scalar UDF Inlining di SQL Server 2019 telah diperbaiki. Perbaikan ini meningkatkan keandalan dan akurasi Scalar UDF Inlining, memastikan kinerja kueri yang optimal saat menggunakan fungsi yang ditentukan pengguna scalar.
-
Penanganan Tipe Data Spatial (Geometry dan Geography): Tipe data spatial (Geometry dan Geography) diimplementasikan sebagai tipe data CLR di SQL Server. Ketika application domain yang menghosting struktur tipe data spatial di-unload, engine memperlakukan ini sebagai perubahan skema pada objek dasar yang direferensikan dalam kursor. Akibatnya, kueri spatial mungkin gagal dengan pesan kesalahan terkait ketika perubahan skema terdeteksi. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, meningkatkan stabilitas dan keandalan kueri spatial dalam skenario di mana application domain di-unload.
-
Perbaikan Access Violation dengan Kursor dan Scalar UDF: Access violation mungkin terjadi ketika kursor digunakan untuk mengambil data dari scalar UDF dan tabel dasar berisi primary key. CU5 memperbaiki masalah ini, meningkatkan stabilitas dan keandalan operasi kursor yang melibatkan scalar UDF dan primary key.
Query Optimizer¶
-
Perbaikan Kesalahan Pelanggaran Constraint REFERENSI dengan DELETE Statement: Saat menggunakan statement
DELETEpada tabel di SQL Server, kesalahan mungkin terjadi yang menunjukkan pelanggaran constraint REFERENSI meskipun tidak ada baris yang cocok di tabel yang direferensikan. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, memastikan penanganan constraint REFERENSI yang tepat selama operasiDELETE. -
Perbaikan Access Violation dengan Filtered Index: Access violation terjadi ketika kueri dieksekusi terhadap filtered index di SQL Server 2019. CU5 memperbaiki masalah ini, meningkatkan stabilitas dan keandalan kueri yang melibatkan filtered index.
Replication¶
-
Perbaikan Kegagalan Push Replication Transaksional setelah Upgrade Distributor: Setelah mengupgrade SQL Server 2017 Distributor ke SQL Server 2019, push replication transaksional gagal ketika subscriber menggunakan port non-default. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, memastikan push replication transaksional yang tepat berfungsi dalam skenario upgrade distributor.
-
Perbaikan Pesan Log “Parameterized values for above command” yang Hilang: Pesan log “Parameterized values for above command” untuk Distribution Agent sebelumnya hilang. CU5 mengembalikan pesan log ini, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan audit replikasi.
-
Perbaikan Kesalahan SSMS saat Menerbitkan Tabel Eksternal: Saat memiliki tabel eksternal pada database di SQL Server 2019 dan mencoba mempublikasikan tabel yang berbeda dari database yang sama, kesalahan mungkin terjadi di SQL Server Management Studio (SSMS). Cumulative Update 5 memperbaiki kesalahan ini, memungkinkan publikasi tabel yang tepat dari database yang berisi tabel eksternal.
SQL BDC Polybase¶
-
Validasi Urutan dan Jumlah Kolom Target untuk INSERT INTO pada Tabel Eksternal Data Pool: Saat menggunakan statement
INSERT INTO ... VALUES (...)atauINSERT INTO SELECT...untuk mengisi tabel eksternal Data Pool, daftar nama kolom tabel target harus memiliki urutan yang sama dengan kolom tabel sumber dan harus berupa daftar lengkap. Mulai dari cumulative update ini, kesalahan baru yang terperinci akan diberikan jika kondisi ini tidak terpenuhi, memberikan panduan yang lebih jelas kepada pengguna. Pesan kesalahan baru meliputi:- “Source column count must match the # of columns in the destination table”
- “Order of source columns must match the order of columns in the destination table”
-
Penambahan Kata Kunci
ENCRYPTuntukexternalaccessconfig: Kata kunciENCRYPTsebelumnya hilang dariexternalaccessconfigdi SQL Server 2019. Cumulative Update 5 menambahkan kembali kata kunci ini, memungkinkan pengguna untuk menentukan enkripsi untuk koneksi data eksternal. -
Penggunaan Realm Name untuk Pembuatan Pengguna AD di SQL BDC: Ketika SQL Server Big Data Clusters di-deploy dalam mode Active Directory, SQL Server sebelumnya menggunakan domain DNS name untuk membuat pengguna di SQL Server. Ketika domain DNS name dan realm name berbeda, kegagalan mungkin terjadi. Setelah menginstal pembaruan ini, SQL Server akan menggunakan realm name untuk membuat pengguna di SQL Server, mengatasi masalah yang disebabkan oleh perbedaan antara domain DNS name dan realm name.
SQL Big Data Cluster¶
-
Perbaikan Eksekusi SQL Agent Jobs dengan Kredensial di Database
masterdalam Always On AG: SQL Agent jobs yang membutuhkan akses ke kredensial yang disimpan dalam databasemastermungkin tidak dieksekusi saat menggunakan Always On availability group di SQL Big Data Cluster. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, memastikan eksekusi SQL Agent jobs yang tepat dalam konfigurasi Always On AG untuk Big Data Cluster. -
Perbaikan Blocking Database Rename dengan Tabel Eksternal Data Pool: SQL Server mungkin memblokir penggantian nama database ketika database terdiri dari satu atau lebih tabel eksternal data pool. Upaya untuk mengganti nama database dalam skenario ini sebelumnya dapat menghasilkan kesalahan. CU5 mengatasi masalah ini, memungkinkan penggantian nama database yang tepat bahkan ketika database berisi tabel eksternal data pool. Namun, kesalahan yang lebih deskriptif sekarang diberikan jika pengguna mencoba mengganti nama database yang berisi tabel data pool eksternal:
- “Alter database name is not supported in Big Data Cluster if the database contains external data pool tables. Drop the external data pool tables to perform the operation.”
-
Properti Server Baru untuk Mengambil Endpoint Controller BDC: Properti server baru
ControllerEndpointtelah ditambahkan, memungkinkan pengguna untuk mengambil endpoint controller SQL Server Big Data Cluster dengan melakukan querySELECT SERVERPROPERTY ('ControllerEndpoint'). Peningkatan ini menyederhanakan penemuan endpoint controller untuk Big Data Cluster. -
Perbaikan Deployment Blocked karena Perbedaan Domain DNS Name dan Realm Name: Deployment sebelumnya diblokir ketika domain DNS name dan realm name berbeda di SQL Server 2019 BDC. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, memungkinkan penyebaran yang tepat bahkan ketika ada perbedaan antara domain DNS name dan realm name.
-
Perbaikan Kegagalan Akses AD ke Endpoint BDC karena Ketidakcocokan DNS Name: Akses AD ke endpoint SQL Server 2019 BDC gagal ketika domain DNS name dan endpoint DNS name tidak cocok. CU5 memperbaiki masalah ini, memastikan akses AD yang tepat ke endpoint BDC bahkan ketika ada ketidakcocokan DNS name.
Storage Management¶
- Peningkatan Kompresi Backup TDE: Seperti yang disebutkan sebelumnya di bagian Backup Restore,
MAXTRANSFERSIZEtidak lagi diperlukan untuk mengaktifkan kompresi backup pada database terenkripsi TDE. Perbaikan ini menyederhanakan manajemen penyimpanan dan meningkatkan efisiensi backup.
Transaction Services¶
-
Perbaikan Kegagalan Rekonfigurasi Database Mirroring dengan ADR Diaktifkan/Dinonaktifkan: Tidak dapat mengkonfigurasi ulang Database mirroring ketika Accelerated Database Recovery (ADR) diaktifkan dan dinonaktifkan di SQL Server 2019. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, memungkinkan rekonfigurasi Database mirroring yang tepat dalam skenario ADR.
-
Perbaikan Assertion Error dengan ADR, Availability Group, dan Transactional Replication: Assertion error terjadi saat menggunakan fitur Accelerated Database Recovery pada database di SQL Server 2019 yang merupakan bagian dari Availability Group atau Transactional Replication. CU5 memperbaiki assertion error ini, meningkatkan stabilitas dan keandalan ADR dalam kombinasi dengan Availability Group dan Transactional Replication.
SQL Setup¶
- Perbaikan Kegagalan Ekstraksi Pembaruan Produk oleh LOCAL SYSTEM dengan Opsi UPDATE SOURCE: Setup sebelumnya tidak dapat mengekstrak pembaruan produk ketika dieksekusi sebagai LOCAL SYSTEM dengan opsi
UPDATE SOURCEyang ditentukan di SQL Server 2019. Cumulative Update 5 mengatasi masalah ini, memastikan ekstraksi pembaruan produk yang tepat dalam skenario setup.
Cumulative Update 5 untuk SQL Server 2019 menyediakan serangkaian perbaikan dan peningkatan yang signifikan yang meningkatkan kinerja, keamanan, dan keandalan platform database. Kami mendorong semua pengguna SQL Server 2019 untuk menerapkan pembaruan kumulatif ini untuk memastikan lingkungan database mereka mendapatkan manfaat dari perbaikan dan peningkatan terbaru.
Apakah Anda memiliki pertanyaan atau pengalaman terkait dengan Cumulative Update 5 ini? Silakan bagikan di kolom komentar di bawah!
Post a Comment